Awalnya pertanyaan-pertanyaan itu tak cukup sulit
Hingga akhirnya waktu menua
Akupun seolah terhimpit
Dengan segala yg Tuan tanya
Tunggulah hingga baiknya tiba
Jangan lagi menjeratku pada kata terbuka
Karna aku ini hanya wanita pena
Sajikan saja aku lembar-lembar tak bertinta
Biarkan aku bercerita
Tanpa perlu berdusta pada Tuan tanya
Bukan tak mampu aku bergurau
Hanya saja aku lebih senang menarikan penaku pada lembaran tak berkicau
Agar terjaga lisanku dari perkara pikiran kacau
Hai Tuan..
Kau lihat tumpukan di kananku itu?
Ya itu lembaran yg sudah ku goreskan
Begitu banyak bukan?
Tapi menolehlah ke kiri
Tampak tumpukan lembaran putih kosong mulai menipis
Jua tinta pena yg ku genggam menyurut
Pertanda waktuku hampir habis
Tapi aku tak tahu
Apakah tulisanku sudah mampu menjawab seluruh pertanyaanmu, Tuan?
Bolehkah aku meminta waktu (lagi) ?
Aku ingin tanyakan semuanya pada Tuhanku
Terlalu egois rasanya jika ku putuskan sendiri
Tanpa melibatkan Ia sang pemilik hati
Terserah kau berkata apa
Dialog panjangku hanya pada Tuhanku
Aku tetap pada caraku
Diam, tanpa tau pasti kapan padamu bersua
Tuan..
Aku tahu sebenarnya kau mulai lelah
Menunggu tak tentu arah
Pada pertanyaan-pertanyaanmu yg belum ku jawab utuh
Sungguh, aku meminta maaf atas segala yg ku buat gaduh
Senja, Senin terakhir Januari 2017
Fa
Senin, 13 Februari 2017
Senin, 30 Januari 2017
Perkara Embun
Banyak hal yang tak ku ketahui
Bak embun yang hilang oleh mentari
Entah dipaksa pergi
ataukah rela menyepi sendiri ?
Embun sudah tak mampu lg menggodaku jahil
Sejak terjatuh dari si empunya klorofil
Entah tersapu angin pagi ataukah menghindar pada mentari memanggil ?
Belum ku dapatkan jawaban itu
Kini ku dilempari pilu
Saat tak lagi bertemu embunku
Sejak minggu lalu
Percuma aku bangun lebih awal
Kehadirannya telah digantikan hujan bisu
Pertanyaan-pertanyaan ku kini menjadi nihil
Ia lenyap terbawa sang pembuat rindu
Entah aku harus terduduk menunggu
ataukah membiarkan semua berlalu?
Mengganti embun yg dinanti dengan sejuta harapan baru?
310117
_Fa
Jumat, 07 Oktober 2016
Aku
Ini (masih) tentang aku.
Aku?
Aku bukan penyair hebat atau penulis terkenal, aku hanya makhluk Tuhan yang lebih suka berekspresi lewat "tulisan". Ya tulisan yang mungkin aneh dan tak jarang bahasanya pun sulit dimengerti. Bukan karna ingin membuat bingung, hanya saja aku tak pandai merangkai kata2 seperti kebanyakan orang.
Dan harus ku akui, aku menghargai karya-karya penyair dan penulis siapapun itu, termasuk diriku sendiri.
Usia?
Kalian boleh menebak berapapun usiaku.
Tapi .. aku harus jujur kalau usiaku kurang lebih setengah dari usia ibuku, dua tahun lebih muda dari kakakku, dua tahun lebih tua dari adik pertamaku, empat tahun lebih tua dari adik keduaku (silakkan kau tebak sendiri hee..)
Sebenarnya aku?
Aku tak mampu menyuarakan keinginanku dengan bebas, mengekspresikan segala yg ku mau secara transparan. Ya beginilah aku. Aku lebih senang orang lain menerka-nerka siapa diriku yg hanya 'orang pintar' yang mampu membaca siapa diriku sebenarnya (hahaa.. maaf untuk yg satu ini aku berbohong). Intinya aku suka orang menerka siapa aku tanpa aku harus tau bagaimana mereka mengetahui kepribadianku yang sesungguhnya.
Emm.. yang aku suka?
Ada satu hal yang aku suka. Aku suka berkhayal, entah sejak kapan. Tapi aku suka itu. Menurutku itu yg membuatku lebih hidup. Ya setidaknya aku bisa hidup tanpa menyusahkan orang lain. Karna berkhayal dari diri sendiri, oleh diri sendiri dan untuk diri sendiri hhaa..
Pesanku satu berkhayal lah dengan positif.
Terakhir, yang kamu harus tau
Orang lain tak tau siapa dirimu.
Orang lain tak mengenal siapa dirimu.
Kamu yg lebih mengenal lebih dalam tentang dirimu.
Tulislah yg kamu mau, ceritakan yg kamu suka.
Orang lain mungkin tak butuh itu, tapi kamu? Iya.
_Fa
Aku?
Aku bukan penyair hebat atau penulis terkenal, aku hanya makhluk Tuhan yang lebih suka berekspresi lewat "tulisan". Ya tulisan yang mungkin aneh dan tak jarang bahasanya pun sulit dimengerti. Bukan karna ingin membuat bingung, hanya saja aku tak pandai merangkai kata2 seperti kebanyakan orang.
Dan harus ku akui, aku menghargai karya-karya penyair dan penulis siapapun itu, termasuk diriku sendiri.
Usia?
Kalian boleh menebak berapapun usiaku.
Tapi .. aku harus jujur kalau usiaku kurang lebih setengah dari usia ibuku, dua tahun lebih muda dari kakakku, dua tahun lebih tua dari adik pertamaku, empat tahun lebih tua dari adik keduaku (silakkan kau tebak sendiri hee..)
Sebenarnya aku?
Aku tak mampu menyuarakan keinginanku dengan bebas, mengekspresikan segala yg ku mau secara transparan. Ya beginilah aku. Aku lebih senang orang lain menerka-nerka siapa diriku yg hanya 'orang pintar' yang mampu membaca siapa diriku sebenarnya (hahaa.. maaf untuk yg satu ini aku berbohong). Intinya aku suka orang menerka siapa aku tanpa aku harus tau bagaimana mereka mengetahui kepribadianku yang sesungguhnya.
Emm.. yang aku suka?
Ada satu hal yang aku suka. Aku suka berkhayal, entah sejak kapan. Tapi aku suka itu. Menurutku itu yg membuatku lebih hidup. Ya setidaknya aku bisa hidup tanpa menyusahkan orang lain. Karna berkhayal dari diri sendiri, oleh diri sendiri dan untuk diri sendiri hhaa..
Pesanku satu berkhayal lah dengan positif.
Terakhir, yang kamu harus tau
Orang lain tak tau siapa dirimu.
Orang lain tak mengenal siapa dirimu.
Kamu yg lebih mengenal lebih dalam tentang dirimu.
Tulislah yg kamu mau, ceritakan yg kamu suka.
Orang lain mungkin tak butuh itu, tapi kamu? Iya.
_Fa
Kamis, 06 Oktober 2016
Aku dan Tuhanku
Aku hanya sedang berusaha menikmati setiap rasa yg diberikan Tuhan, termasuk rasa takut dan bingung menjalani hidup satu detik kedepan
Hidup penuh teka teki dan akan selalu menyimpan banyak misteri
Yang ku butuhkan saat ini hanyalah keberanian untuk mampu menaklukkan segala rasa takut dan bingung dalam diri, karna bagiku musuh terbesar adalah diri sendiri
Entah aku akan terjatuh atau bangkit, entah akan ada luka atau tawa
Yang terpenting adalah aku tak boleh berburuk sangka pada penciptaku
Aku terlahir di dunia ini sebagai pemenang, lantas apa pantas aku menghindar atas garis yg ditakdirkan Tuhan?
Nyatanya..
Aku sudah tertunduk pada takut dan bingungku hingga ku dikendalikan
Aku seolah terbelenggu
Rasanya..
ingin sekali ku gulung rasa takut dan bingungku, lalu ku bentangkan segala keberanian yg ku miliki, karna ku yakin Tuhan selalu menitipkan rasa itu tanpa terkecuali
Kini..
Aku ingin seperti embun yang tak pernah takut jatuh dari pelupuk daun, jua seperti air yg tau pasti kemana akan bermuara
_Fa
Hidup penuh teka teki dan akan selalu menyimpan banyak misteri
Yang ku butuhkan saat ini hanyalah keberanian untuk mampu menaklukkan segala rasa takut dan bingung dalam diri, karna bagiku musuh terbesar adalah diri sendiri
Entah aku akan terjatuh atau bangkit, entah akan ada luka atau tawa
Yang terpenting adalah aku tak boleh berburuk sangka pada penciptaku
Aku terlahir di dunia ini sebagai pemenang, lantas apa pantas aku menghindar atas garis yg ditakdirkan Tuhan?
Nyatanya..
Aku sudah tertunduk pada takut dan bingungku hingga ku dikendalikan
Aku seolah terbelenggu
Rasanya..
ingin sekali ku gulung rasa takut dan bingungku, lalu ku bentangkan segala keberanian yg ku miliki, karna ku yakin Tuhan selalu menitipkan rasa itu tanpa terkecuali
Kini..
Aku ingin seperti embun yang tak pernah takut jatuh dari pelupuk daun, jua seperti air yg tau pasti kemana akan bermuara
_Fa
Sabtu, 10 September 2016
Tak Berdimensi
Ku potret wajah-wajah bahagia dalam sendu
Membingkai kisah harumnya rindu
Kelamnya malam lukiskan makna terdalam
Bersama lamunan sang dewi malam
Pancaran bola mata ceritakan asa
Tampakkan segala tentang rasa
Bibir tipis lembut terpancar jelas membalut
Memanja pada bintang berkabut
Nyanyian angin nan rumput pun iringi kebersamaan
atas karunia terindah titipan Tuhan
_Fa
Membingkai kisah harumnya rindu
Kelamnya malam lukiskan makna terdalam
Bersama lamunan sang dewi malam
Pancaran bola mata ceritakan asa
Tampakkan segala tentang rasa
Bibir tipis lembut terpancar jelas membalut
Memanja pada bintang berkabut
Nyanyian angin nan rumput pun iringi kebersamaan
atas karunia terindah titipan Tuhan
_Fa
Selasa, 12 April 2016
Nelangsa
Ragaku ada, namun jiwaku hilang
Kini ku berteman sepi, berkawan duka
Menyapaku pada setiap luka
Wahai pedih..
Aku jatuh tak lagi utuh
Aku perih bak patahan sayap merpati
Hingga terbesit dalam hati "apakah masih ada bahagia tanpa hampa?"
_Fa
Selasa, 31 Desember 2013
Tugas mikrobiologi dasar
Anabaena
azollae dalam Fotosintesis
Klasifikasi
Kingdom : Bacteria
Filum : Cyanobacteria
Ordo : Nostocales
Famili : Nostocaceae
Genus : Anabaena
Spesies : Anabaena
azollae
Anabaena
azollae adalah cyanobacteria phototrophic berserabut kecil yang
umumnya dipandang sebagai organisme multiseluler dengan
dua jenis sel saling berbeda. Pertama adalah kecil, melingkar, fotoautotropik
"vegetatif" sel yang melakukan fotosintesis pemberian oksigen dan
biasanya hijau berwarna biru . Kedua adalah sebuah heterosis, ukurannya lebih besar, lebih pucat, sel lebih homogen diproduksi
oleh Anabaena untuk memperbaiki nitrogen atmosfer.
(http://microbewiki.kenyon.edu/index.php/Anabaena_azollae)
A.
Azollae dan Azolla telah
membentuk hubungan simbiosis di mana cyanobacterium menerima karbon dan
nitrogen sumber dari pabrik dalam pertukaran untuk tetap nitrogen. Hubungan ini
telah terbukti berguna untuk manusia dalam produksi pangan, khusus dalam pembuahan
sawah. Azolla digunakan sebagai pupuk hayati organik untuk meningkatkan kadar
nitrogen di sawah. A. Azollae adalah organisme model yang umum digunakan di
laboratorium untuk studi diferensiasi gen dalam pembentukan heterosis.
Anabaena berperan menambat N. Bagian
N yang aktif manambat adalah sel yang besar yang bernama heterosis. Jika diair
terdapat amonium dari urea, sel heterocyt (heterosis) tidak ada, dan azolla tidak bisa menambat N.
Jadi jika akan menanam azolla disawah jangan terlalu banyak atau bahkan jangan
sama sekali menambah pupuk urea karena akan mempengaruhi dalam penambatan N.
Urea akan menjadi amonium dan amoniumlah yang menyebabkan Anabaena tidak bisa
menambat N.
Anabaena
tersebar luas di air dan garam habitat segar. Mereka seperti anggota lain dari Nostocales, telah mengkhususkan sel yang
disebut heterosis yang merupakan situs fiksasi nitrogen. Heterosis
terbentuk dalam filamen dari sel-sel biasa. Lokasi mereka dalam filamen yang khas bagi spesies. Namun, ada pula yang
terletak di ujung filamen, sedangkan lainnya berada di dalamnya. Ketika amonia
atau bentuk lain tetap nitrogen habis dari lingkungan, pembentukan heterosis
diinduksi. Selama proses berlangsung di mana sel-sel
yang dikonversi ke heterosis, sintesis phycobilins, pigmen antena untuk
fotosintesis dihentikan. Oleh karena itu,
heterosis tidak lagi mampu berfotosintesis,
sehingga produksi oksigen berhenti. Karena oksigen menghambat fiksasi nitrogen, ini
memungkinkan heterosis untuk melaksanakan fiksasi ketika nitrogenase disintesis.
Sebuah jumlah yang cukup besar yang diketahui tentang heterosis didiferensiasi
dan proses fiksasi nitrogen pada
Annabaena (A. Balows, 1992).
A.
Azollae menggunakan energi
matahari bersama dengan bacteriochlorophyll dan CO2 untuk melakukan
fotosintesis dalam sitoplasma sel-sel. Fotosintesis transpor elektron di
Anabaena hasil oksidasi H2O di fotosistem II di mana ATP dan NADPH terbentuk
melalui gerakan elektron bersemangat menuruni serangkaian protein dengan
fotosistem I. Dalam fotosistem I, elektron dipisahkan dari donor elektron
organik dan akhirnya ditransfer untuk membentuk NADH atau NADPH.
Fungsi heterosis sebagai situs untuk fiksasi nitrogen di
bawah kondisi aerobik dan dibentuk dalam menanggapi kurangnya tetap nitrogen. Heterosis dewasa tidak mengandung fotosistem II fungsional
dan tidak dapat menghasilkan oksigen. Sebaliknya, mereka hanya mengandung
fotosistem I, yang memungkinkan mereka untuk melakukan fotofosforilasi siklik
dan ATP regenerasi. Kehilangan fotosistem II berarti bahwa heterosis tidak lagi
mampu menghasilkan pereduksi yang diperlukan untuk fiksasi nitrogen. Ini perlu
dipasok oleh sel vegetatif tetangga sebagian besar dalam bentuk sukrosa, yang
diproduksi selama fotosintesis. Perubahan ini memberikan kondisi yang sesuai
untuk fungsi oksigen-sensitif nitrogenase.
Daftar Pustaka
Anonim. Anabaena.
MicrobeWiki. Kenyon College. Web. (http://microbewiki.kenyon.edu/index.php/Anabaena). 2011.
Diakses pada tanggal 28 Desember 2013 pukul 19.00 WIB
Anonim. Anabaena
azollae (http://www.wnmu.edu/academic/nspages/gilaflora/anabaena_azollae.html) 2001. Diakses pada tanggal 30 Desember 2013
pukul 19.30 WIB
Balows, A., H. G. Truper, M. Dworkin, W. Harder and K. H. Schleifer, eds.
The Prokaryotes. 2nd ed. Berlin :
Springer-Verlag. 1992
Hindawi. Azolla-Anabaena as a Biofertilizer for Rice Paddy Fields in the
Po Valley, a Temperate Rice Area in Northern Italy. (http://www.hindawi.com/journals/ija/2010/152158/.) 2010.
Diakses pada tanggal 28 Desember 2013 pukul 19.30 WIB
Holt, J. G., Editor-in-Chief. Bergey’s
Manual of Deteminative Bacteriology. 9th ed. Baltimore, MD : Williams and
Wilkins. 1994
Staley, J. T. and A-L. Reysenbach. Biodiversity of Microbial Life :
Foundation of Earth’s Biosphere. New York : John Willey & Sons. 2002
Langganan:
Postingan (Atom)
